Samsung mengakui bahwa mereka lemah dalam urusan inovasi software. Disebutkan CEO dan VC Kwon Oh-hyun, perkembangan software Samsung diakui masih kalah dari hardwarenya.
"Meskipun kami memiliki bisnis di bidang piranti lunak, kami ternyata tak memanfaatkannya sebagus di bisnis perangkat keras," katanya seperti yang dilansir The Verge (6/11).
Memang, harus diakui bahwa software merupakan batu sandungan yang masih menghalangi Samsung saat ini. Meskipun produknya, terutama smartphone, mampu merajai pangsa pasar dunia, hal ini ternyata tak mampu diikuti dengan perkembangan softwarenya.
Samsung yang memahami hal ini pun kemudian mencoba mengganti fokusnya. Seperti yang disampaikan Kwon, saat ini Samsung mengerahkan setengah dari staf litbangnya untuk berfokus dalam pengembangan software.
Divisi ini sendiri per tahunnya didanai Samsung USD 12 miliar untuk menjalankan segala kegiatan penelitian dan pengembangan produk Samsung. Sayangnya, dana ini selama ini kurang dimanfaatkan untuk pengembangan software yang memiliki nilai jual. Padahal, Presiden Samsung sendiri menyatakan bahwa software sebenarnya lebih dibutuhkan ketimbang hardware.
"Perkembangan teknologi dari industri bercakupan luas telah berganti dari hardware ke software," kata Presiden perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
